networking:juniper:jncia-junos-casing

This is an old revision of the document!


JNCIA Junos : Casing

Juniper networks devices bisa saja itu routers, switch, firewall, atau kombinasi dari beari beberapa. Perangkat perangkatnya bisa besar kecil tergantung seri perangkat akan tetapi juniper terbagi menjadi 2 broad categories of devices yaitu 1. fixxed port devices

  Smaller devices dimana port built in terhadap devies, biasanya cocok digunakan apabila hanya perlu port tersebut.
  contoh devices adllah  mx 204
  All port on the devices have number port on them 

2. modular devices - type ini berisikan slot modular kosong yang dapat di isi line cards sesuai kebutuhan. - Contoh devices qadllah mx 480 - contoh contoh line cards - line cards each line cads have number - white line cards vs blue line cards (routing Engine) - Kegunaan routine enggine , kenapa pada cessie bisa saja ada 2 routing engine, kegunaannya

Fixed Chassis, Modular Chassis, and Routing Engine

Juniper Networks menyediakan berbagai jenis perangkat jaringan yang digunakan untuk kebutuhan berbeda, seperti:

  • Router
  • Switch
  • Firewall
  • Perangkat dengan kombinasi beberapa fungsi jaringan.

Perangkat Juniper memiliki ukuran dan kapasitas yang berbeda-beda, tergantung pada seri dan kebutuhan penggunaannya.

Secara umum, perangkat Juniper dapat dikelompokkan menjadi dua kategori utama berdasarkan desain hardware:

  • Fixed Port Devices
  • Modular Devices

Fixed Port Devices adalah perangkat jaringan yang memiliki port built-in atau sudah terpasang secara permanen pada chassis perangkat.

Karakteristik:

  • Memiliki jumlah dan jenis port yang sudah ditentukan oleh pabrikan.
  • Tidak menyediakan slot modular untuk menambahkan Line Cards.
  • Ukuran perangkat umumnya lebih kecil dan compact.
  • Cocok digunakan ketika kebutuhan jumlah dan jenis port sudah dapat ditentukan sejak awal.
  • Setiap port memiliki nomor atau identifier yang digunakan untuk identifikasi dan konfigurasi.

Contoh perangkat:

* Juniper EX3400 Chassis

Pada perangkat Fixed Port, setiap port memiliki penomoran yang sudah ditentukan.

Penomoran tersebut digunakan untuk mengidentifikasi interface ketika melakukan konfigurasi melalui Junos CLI.

Contoh nama interface:

root@EX3400-48P> show interfaces terse

Interface        Admin  Link  Proto
ge-0/0/0         up     up
ge-0/0/1         up     up
ge-0/0/2         up     down
...
ge-0/0/47        up     down
xe-0/2/0         up     up
xe-0/2/1         up     up
xe-0/2/2         up     down
xe-0/2/3         up     down

Penamaan interface mengikuti format penamaan interface Junos.

Modular Devices adalah perangkat jaringan yang menggunakan chassis dengan beberapa slot modular. Slot tersebut dapat diisi dengan komponen tambahan sesuai kebutuhan.

Salah satu keunggulan desain modular adalah administrator dapat menyesuaikan kapasitas dan fungsi perangkat tanpa harus mengganti seluruh chassis.

Karakteristik:

  • Memiliki slot kosong untuk memasang komponen tambahan.
  • Dapat menggunakan berbagai jenis Line Cards.
  • Kapasitas port dapat disesuaikan dengan kebutuhan jaringan.
  • Mendukung pengembangan kapasitas perangkat.
  • Memiliki komponen hardware yang dapat dipisahkan berdasarkan fungsinya.

Contoh perangkat:

  • Juniper MX480

Pada perangkat Modular, terdapat beberapa komponen penting:

  • Chassis: Kerangka utama tempat seluruh komponen perangkat dipasang.
  • Line Cards: Modul yang menyediakan port jaringan dan fungsi interface.
  • Routing Engine: Komponen yang menjalankan fungsi control plane dan mengelola operasi Junos.
  • Switch Fabric: Komponen yang menyediakan jalur perpindahan paket antara interface atau Line Cards.
  • Power Supply: Menyediakan daya listrik untuk seluruh komponen perangkat.
  • Cooling System: Menjaga temperatur perangkat melalui sistem pendinginan.

Tidak semua komponen tersebut selalu memiliki bentuk atau konfigurasi yang sama pada setiap seri perangkat Juniper.

Line Cards adalah modul hardware yang dipasang pada slot modular chassis untuk menyediakan interface jaringan.

Line Cards memungkinkan perangkat memiliki berbagai jenis dan jumlah port sesuai kebutuhan.

Contoh fungsi Line Cards:

  • Menyediakan port Ethernet.
  • Menyediakan interface berkecepatan tinggi.
  • Menghubungkan perangkat dengan jaringan lain.
  • Menambah kapasitas koneksi perangkat.

Pada chassis modular, setiap Line Card atau modul yang terpasang memiliki nomor slot. Nomor slot tersebut digunakan sebagai identifier FPC (Flexible PIC Concentrator) dalam penamaan interface Junos.

Penamaan interface Junos mengikuti format:

type-FPC/PIC/port

Keterangan:

  1. FPC : nomor slot Line Card pada chassis
  2. PIC : nomor modul atau PIC pada Line Card
  3. Port : nomor port fisik pada PIC

Sebagai contoh, pada Line Card MIC-3D-20GE-SFP yang terpasang pada slot 3, interface akan menggunakan FPC 3.

Contoh:

ge-3/0/0
ge-3/0/1
ge-3/0/2
ge-3/0/3
...
ge-3/0/9

ge-3/1/0
ge-3/1/1
ge-3/1/2
ge-3/1/3
...
ge-3/1/9

Artinya:

  1. ge-3/0/0

    → FPC 3, PIC 0, Port 0

  2. ge-3/0/1

    → FPC 3, PIC 0, Port 1

  3. ge-3/1/0

    → FPC 3, PIC 1, Port 0

  4. ge-3/1/1

    → FPC 3, PIC 1, Port 1

Dengan demikian, pada chassis modular, perubahan posisi Line Card pada slot akan memengaruhi bagian FPC pada nama interface, sedangkan nomor PIC dan port menunjukkan modul serta port fisik pada Line Card.

Pada contoh tersebut, angka kedua menunjukkan nomor slot atau lokasi hardware interface.

Perlu diperhatikan bahwa format penamaan interface dapat berbeda tergantung platform dan jenis perangkat.

Line Cards tersedia dalam berbagai tipe sesuai dengan kemampuan hardware dan kebutuhan jaringan.

Contohnya:

* Ethernet Line Cards * High-speed Ethernet Line Cards * Line Cards dengan kepadatan port berbeda. * Line Cards dengan kemampuan forwarding yang berbeda.

Pemilihan Line Card harus disesuaikan dengan kompatibilitas chassis dan kebutuhan jaringan.

Pada beberapa platform modular Juniper, komponen hardware dapat memiliki warna atau penanda fisik yang berbeda.

Dalam materi course ini, terdapat pembahasan mengenai White Line Cards dan Blue Line Cards.

Penting untuk membedakan fungsi komponen berdasarkan jenis hardware dan bukan hanya berdasarkan warnanya.

Secara umum:

* Line Cards menyediakan interface jaringan. * Routing Engine menjalankan fungsi control plane dan mengelola sistem Junos.

Warna fisik bukan standar universal untuk mengidentifikasi fungsi hardware pada seluruh perangkat Juniper. Identifikasi yang tepat harus mengacu pada model dan dokumentasi chassis terkait.

Routing Engine (RE) merupakan komponen penting pada perangkat Juniper yang bertanggung jawab menjalankan fungsi control plane.

Routing Engine menjalankan Junos OS dan mengelola berbagai proses yang diperlukan agar perangkat dapat beroperasi.

Beberapa fungsi utama Routing Engine:

* Menjalankan Junos OS. * Mengelola konfigurasi perangkat. * Menjalankan routing protocols seperti OSPF dan BGP. * Mengelola routing table. * Mengelola management interface. * Mengontrol dan memonitor komponen hardware. * Mengirimkan informasi forwarding kepada forwarding hardware.

Dengan kata lain, Routing Engine bertanggung jawab terhadap proses pengambilan keputusan jaringan, sedangkan forwarding hardware bertanggung jawab meneruskan packet berdasarkan informasi forwarding yang tersedia.

Pada perangkat Juniper, fungsi control plane dan forwarding plane dipisahkan.

Component Function
Routing Engine Menjalankan routing protocols, mengelola routing table, konfigurasi, dan control plane
Forwarding Hardware Meneruskan packet berdasarkan forwarding information yang telah diprogramkan

Contoh alur kerja:

          Routing Engine
                |
                | Routing Information
                v
        Forwarding Information
                |
                v
        Forwarding Hardware
                |
                v
         Packet Forwarding

Pemisahan ini memungkinkan proses forwarding tetap berjalan meskipun Routing Engine sedang mengalami gangguan tertentu, selama forwarding hardware dan informasi forwarding yang tersedia masih berfungsi.

Beberapa perangkat modular Juniper mendukung penggunaan dua Routing Engine dalam satu chassis.

Konfigurasi ini disebut Dual Routing Engine.

Tujuan utamanya adalah menyediakan redundancy atau cadangan apabila Routing Engine utama mengalami kegagalan.

Dalam konfigurasi Dual Routing Engine, terdapat dua peran utama:

* Primary Routing Engine: Routing Engine yang aktif mengelola perangkat. * Backup Routing Engine: Routing Engine yang berfungsi sebagai cadangan.

Ilustrasi:

       Modular Chassis
    +---------------------+
    |                     |
    |  +---------------+  |
    |  | Primary RE    |  |
    |  | Active        |  |
    |  +---------------+  |
    |                     |
    |  +---------------+  |
    |  | Backup RE     |  |
    |  | Standby       |  |
    |  +---------------+  |
    |                     |
    |  +---------------+  |
    |  | Line Cards    |  |
    |  +---------------+  |
    |                     |
    +---------------------+

Penggunaan dua Routing Engine bertujuan meningkatkan availability dan mengurangi risiko downtime.

Contohnya ketika Primary Routing Engine mengalami:

* Hardware failure. * Software crash. * Maintenance. * Gangguan yang menyebabkan Routing Engine tidak dapat beroperasi.

Backup Routing Engine dapat mengambil alih peran Primary Routing Engine melalui mekanisme redundancy yang didukung perangkat.

Dengan demikian, administrator tidak harus selalu melakukan penggantian Routing Engine secara manual sebelum perangkat dapat kembali menjalankan fungsi control plane.

Ketika Primary Routing Engine mengalami kegagalan, perangkat dapat melakukan proses perpindahan peran ke Backup Routing Engine.

Proses ini disebut Routing Engine Switchover.

Secara sederhana:

       Normal Operation
              |
              v
       Primary RE Active
       Backup RE Standby
              |
              v
       Primary RE Failure
              |
              v
       Backup RE Takes Over
              |
              v
       New Primary RE Active

Mekanisme switchover dan dampaknya terhadap routing maupun forwarding bergantung pada dukungan platform dan konfigurasi redundancy yang digunakan.

Beberapa platform mendukung fitur seperti:

* GRES (Graceful Routing Engine Switchover): Memungkinkan perpindahan Routing Engine dengan mempertahankan kondisi forwarding tertentu selama proses switchover. * NSR (Nonstop Active Routing): Memungkinkan routing protocol state dipertahankan selama Routing Engine switchover. * ISSU (In-Service Software Upgrade): Memungkinkan proses upgrade software pada platform yang mendukungnya dengan meminimalkan gangguan layanan.

Feature Fixed Port Devices Modular Devices
Hardware Design Port sudah built-in Menggunakan slot modular
Port Expansion Terbatas pada port bawaan Dapat menambahkan Line Cards
Flexibility Mengikuti spesifikasi perangkat Dapat disesuaikan dengan kebutuhan
Physical Size Umumnya lebih compact Dapat berukuran lebih besar
Hardware Components Lebih terintegrasi Komponen lebih modular
Routing Engine Redundancy Bergantung pada model Beberapa model mendukung Dual RE
Example MX204 MX480

Hal-hal penting yang perlu diingat dari materi ini:

* Juniper memiliki dua kategori desain perangkat utama, yaitu Fixed Port dan Modular. * Fixed Port Devices memiliki port bawaan yang tidak dapat ditambah menggunakan Line Cards. * Modular Devices memiliki slot yang dapat digunakan untuk memasang berbagai komponen hardware. * Line Cards digunakan untuk menyediakan interface jaringan pada modular chassis. * Routing Engine menjalankan Junos OS dan bertanggung jawab terhadap fungsi control plane. * Forwarding hardware bertanggung jawab meneruskan packet berdasarkan forwarding information. * Beberapa perangkat modular mendukung dua Routing Engine untuk menyediakan redundancy. * Backup Routing Engine dapat mengambil alih fungsi Primary Routing Engine ketika terjadi kegagalan. * Fitur seperti GRES dan NSR membantu menjaga kontinuitas operasi ketika terjadi Routing Engine switchover.

  • networking/juniper/jncia-junos-casing.1790858469.txt.gz
  • Last modified: 2026/10/08 04:33
  • (external edit)