JNCIA-Junos : Junos CLI Operational Mode
Operational Mode merupakan salah satu dari dua mode utama pada Junos CLI. Mode ini digunakan untuk melakukan monitoring, verification, troubleshooting, dan administrative tasks pada perangkat Juniper.
Operational mode biasanya digunakan setelah administrator melakukan login ke perangkat melalui SSH menggunakan user non-root.
User root merupakan akun khusus yang memiliki hak akses penuh untuk membaca dan melakukan perubahan pada sistem.
1. Entering Operational Mode
Ketika berhasil login ke perangkat Juniper, administrator akan berada pada Operational Mode.
Contoh prompt:
ilyasa@R1>
Tanda:
>
menunjukkan bahwa perangkat sedang berada pada Operational Mode.
2. Function of Operational Mode
Pada Operational Mode, administrator dapat melakukan berbagai aktivitas untuk melihat kondisi perangkat dan melakukan troubleshooting.
Verification
Digunakan untuk melakukan pengecekan kondisi perangkat.
Contoh:
- Memastikan interface bekerja.
- Memeriksa status protocol.
- Melihat konfigurasi.
- Melihat status hardware dan system.
Administration
Operational Mode juga digunakan untuk beberapa tugas administrasi seperti:
- Upgrade software perangkat.
- Melakukan shutdown atau reboot.
- Membersihkan file lama.
- Membuat support information.
Troubleshooting
Untuk troubleshooting jaringan, Operational Mode menyediakan command seperti:
- Ping dan traceroute.
- Membaca log system.
- Membersihkan interface counter.
- Melihat traffic protocol secara real-time.
Catatan:
Operational Mode tidak dapat digunakan untuk melakukan perubahan konfigurasi perangkat.
Untuk mengubah konfigurasi, administrator harus masuk ke Configuration Mode.
3. Operational Mode vs Configuration Mode
Junos memisahkan mode monitoring dan mode konfigurasi untuk mengurangi risiko perubahan konfigurasi yang tidak disengaja.
Masuk ke Configuration Mode:
ilyasa@R1> configure
Output:
Entering configuration mode [edit] ilyasa@R1#
Perubahan prompt:
>
menunjukkan Operational Mode.
Sedangkan:
#
menunjukkan Configuration Mode.
Kembali ke Operational Mode:
ilyasa@R1# exit
Output:
Exiting configuration mode ilyasa@R1>
4. Important Operational Mode Commands
Sebagian besar command pada Operational Mode menggunakan empat command utama:
| Command | Function |
|---|---|
| show | Menampilkan informasi perangkat |
| monitor | Menampilkan informasi secara real-time |
| clear | Menghapus counter atau status tertentu |
| request | Menjalankan administrative action |
Contoh:
ilyasa@R1> show interfaces terse ilyasa@R1> monitor interface traffic ilyasa@R1> clear interfaces statistics all ilyasa@R1> request system reboot
5. show Command
Command show digunakan untuk menampilkan informasi perangkat berdasarkan kondisi saat command dijalankan.
Output dari command show bersifat static snapshot.
Contoh:
ilyasa@R1> show interfaces xe-0/1/1
Contoh command protocol:
ilyasa@R1> show ospf ilyasa@R1> show bgp ilyasa@R1> show spanning-tree
Contoh penggunaan:
- Melihat interface.
- Melihat routing information.
- Melihat status protocol.
6. monitor Command
Command monitor digunakan untuk melihat informasi secara real-time.
Berbeda dengan command show, output monitor akan diperbarui secara otomatis.
Contoh:
ilyasa@R1> monitor interface xe-0/1/5
Contoh penggunaan:
- Monitoring traffic interface.
- Melihat perubahan status secara langsung.
- Troubleshooting koneksi.
7. clear Command
Command clear digunakan untuk menghapus atau mereset informasi tertentu.
Contoh:
ilyasa@R1> clear interfaces statistics all
Fungsi:
- Menghapus interface counter.
- Membersihkan log tertentu.
- Restart protocol state.
8. request Command
Command request digunakan untuk menjalankan tugas administrasi pada perangkat.
Contoh:
ilyasa@R1> request system reboot
Fungsi:
- Upgrade software.
- Reboot perangkat.
- Melakukan operasi pada dual Routing Engine.
Operational Mode Command Flow
Junos CLI
|
v
Operational Mode
ilyasa@R1>
|
+-----------+-----------+
| | |
v v v
show monitor clear
Verification Real-time Reset
|
v
request
Administrative Task
Summary
Operational Mode pada Junos CLI digunakan untuk:
- Monitoring perangkat.
- Verification status jaringan.
- Troubleshooting.
- Administrative operation.
Command utama yang harus dipahami:
| Command | Purpose |
|---|---|
| show | Melihat informasi perangkat |
| monitor | Monitoring secara real-time |
| clear | Membersihkan counter/status |
| request | Menjalankan administrative operation |
Operational Mode tidak digunakan untuk mengubah konfigurasi.
Perubahan konfigurasi dilakukan melalui Configuration Mode.