This is an old revision of the document!
Cisco : Static Routing
Static routing ialah sebuah konsep jaringan yang penting yang melibatkan konfigurasi rute secara manual pada router. Rute ini mengarahkan perutean ke tujuan jaringan tertentu dan memiliki administrative distance (AD) 1, yang menjadikannya sangat tepercaya, nomor dua setelah rute yang terhubung secara langsung AD 0.
Syntax
R1(config)#ip route [network-address] [subnet-mask] ([next-hop-ip] [exit-int])
- network-address: Network Tujuan
- subnet-mask: subnet mask network tujuan
- next-hop-ip: IP address dari next hop network tujuan.
- exit-int: interface dari next hop network tujuan.
Tipe static route
- Default Static Route
R1(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 ([next-hop-ip] [exit-int])
Default route statis digunakan ketika tidak ada route lain yang cocok dengan alamat IP tujuan. Ini akan menjadi rute pilihan terakhir.
- Floating static route
R1(config)#ip route [network-address] [subnet-mask] ([next-hop-ip] [exit-int]) [AD]
Floating static route adalah rute cadangan dengan administrative distance yang lebih tinggi, sehingga membuatnya jadi rute cadangan jika rute utama gagal.
Some acction
| Command | Description |
|---|---|
S1(config)#vlan [vlan-ID] | Membuat VLAN baru dan menetapkan nomor VLAN |
S1(config-vlan)#name [name] | Memberikan nama pada VLAN |
Contoh:
vlan 10 name VLAN-10 vlan 20 name VLAN-20 vlan 99 name VLAN-Management
Topologi
Gambar topology Goals Topology
Konfigurasi
- Step 1 : Pembuatan VLANs
Switch(config)#vlan 10 Switch(config-vlan)#name BIRU Switch(config-vlan)#exit Switch(config)#vlan 20 Switch(config-vlan)#name MAGENTA Switch(config-vlan)#exit
- Step 2 : Assign VLANs ke Ports
Switch(config)#interface f0/1 Switch(config-if)#switchport mode access Switch(config-if)#switchport access vlan 10 Switch(config-if)#exit Switch(config)#interface f0/2 Switch(config-if)#switchport mode access Switch(config-if)#switchport access vlan 10 Switch(config-if)#exit