This is an old revision of the document!
Cisco : Static Routing
Static routing ialah sebuah konsep jaringan yang penting yang melibatkan konfigurasi rute secara manual pada router. Rute ini mengarahkan perutean ke tujuan jaringan tertentu dan memiliki administrative distance (AD) 1, yang menjadikannya sangat tepercaya, nomor dua setelah rute yang terhubung secara langsung AD 0.
Syntax
R1(config)#ip route [network-address] [subnet-mask] ([next-hop-ip] [exit-int])
- network-address: Network Tujuan
- subnet-mask: subnet mask network tujuan
- next-hop-ip: IP address dari next hop network tujuan.
- exit-int: interface dari next hop network tujuan.
Tipe static route
- Default Static Route
R1(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 ([next-hop-ip] [exit-int])
Default route statis digunakan ketika tidak ada route lain yang cocok dengan alamat IP tujuan. Ini akan menjadi rute pilihan terakhir.
- Floating static route
R1(config)#ip route [network-address] [subnet-mask] ([next-hop-ip] [exit-int]) [AD]
Floating static route adalah rute cadangan dengan administrative distance yang lebih tinggi, sehingga membuatnya jadi rute cadangan jika rute utama gagal.
Topologi
Gambar topology Goals Topology
Konfigurasi
- R1 : Tambah static route ke 192.168.13.0/24,192.168.2.0/24
R1(config)#ip route 192.168.13.0 255.255.255.0 192.168.12.2 R1(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.12.2
- R1 : Tambah static route ke 192.168.1.0/24,192.168.2.0/24
R2(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.12.1 R2(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.13.1
- R3 : Tambah static route ke 192.168.1.0/24,192.168.12.0/24
R3(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.13.2 R3(config)#ip route 192.168.12.0 255.255.255.0 192.168.13.2